BM Islamic Preschool

01
Pembiasaan Sholat Dhuha Berjamaah
Kegiatan pembiasaan Shalat Dhuha dilaksanakan setiap pagi dan terstruktur, dengan imam bergantian dan membacakan hafalan surat guna memperkuat karakter religius peserta didik.
02
Pembiasaan Dzikir Pagi
Kegiatan dzikir pagi dilakukan secara rutin setiap pagi untuk membentuk karakter religius dan menyiapkan peserta didik memulai aktivitas dengan hati yang tenang.


03
Kegiatan Motorik Kasar
Kegiatan motorik kasar dilaksanakan setiap pagi guna menunjang perkembangan sensorimotor dan kesiapan anak dalam mengikuti aktivitas pembelajaran.
04
Tahfizh Al Quran
Program Tahfidz Al-Qur’an dilaksanakan secara rutin, mencakup kegiatan murojaah dan penambahan hafalan sesuai target pembelajaran. Serta setiap 2 Minggu sekali akan diadakan pekan meraih bintang yang dimana para santri melakukan setoran hafalan Al Quran dan juga santri akan mendapatkan reward sebagai bentuk apresiasi telah menghafal Al Quran dengan baik.


05
Pembelajaran At Tibyan
Pembelajaran At-Tibyan dilaksanakan secara bertahap dan terstruktur untuk menumbuhkan kemampuan membaca Al-Qur’an sejak dini. Kegiatan ini dirancang agar anak mampu mengenal huruf hijaiyah, memahami makharijul huruf, serta membiasakan adab belajar Al-Qur’an dengan baik.
06
Pembelajaran Tarbiyah
Pembelajaran tarbiyah meliputi Adab, Hadits, Ad’iyyah, dan Siroh yang dimana menjadi sarana pembentukan karakter islami pada anak, memperkenalkan nilai-nilai kebaikan, kedisiplinan, serta rasa tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan tarbiyah, anak-anak dibimbing untuk mengenal adab, membiasakan ibadah ringan, dan meneladani akhlak Rasulullah secara sederhana dan menyenangkan.


07
Read Aloud Activity
Kegiatan Read Aloud dilakukan untuk melatih kemampuan literasi awal anak, membangun kosa kata, serta mengembangkan daya imajinasi dan konsentrasi.
Selain itu juga melalui kegiatan Read Aloud, pendidik memperkenalkan berbagai konsep bahasa dan cerita secara bertahap agar anak mampu memahami alur dan pesan moral dalam bacaan.
Read aloud juga merupakan bagian dari biblioterapi yaitu metode terapi psikologi yang menggunakan buku cerita relevan untuk membantu individu memahami, mengatasi, dan mengelola masalah emosional, mental, atau perilaku.
08
Kreativitas Anak
Kegiatan kreativitas anak diselenggarakan sebagai wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan imajinasi dan kemampuan artistik mereka.
Melalui berbagai aktivitas seperti menggambar, mewarnai, membuat kolase, hingga eksplorasi media sederhana, anak-anak diberikan kesempatan untuk melatih keterampilan motorik halus, ketelitian, dan kemampuan berpikir kreatif.
Kegiatan ini dirancang dengan pendekatan yang menyenangkan, aman, dan sesuai dengan tahap perkembangan usia anak, sehingga setiap kegiatan menjadi pengalaman belajar yang bermakna dan menumbuhkan rasa percaya diri.


09
Olahraga
Kegiatan olahraga indoor maupun outdoor dihadirkan sebagai stimulasi menyeluruh bagi perkembangan motorik kasar anak. Aktivitas ini membantu meningkatkan kebugaran, ketangkasan, dan keberanian anak dalam suasana yang menyenangkan.
Selain itu bermanfaat dalam melatih keseimbangan, serta menumbuhkan semangat hidup sehat sejak usia dini.
10
PMB (Pekan Meraih Bintang)
Pekan Meraih Bintang merupakan kegiatan setoran hafalan Al-Qur’an yang dirancang untuk memotivasi anak-anak dalam meningkatkan kualitas hafalan mereka.
Melalui kegiatan ini, setiap anak diberikan kesempatan untuk menyetorkan hafalannya dengan penuh percaya diri. Sebagai bentuk apresiasi atas usaha dan ketekunan mereka, anak-anak yang mencapai target hafalan akan menerima reward yang bersifat memotivasi.
Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak usia dini serta mendorong semangat belajar yang berkelanjutan.


11
Ice Breaking 3 Bahasa
Kegiatan ice breaking dilaksanakan sebagai sarana untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Melalui aktivitas interaktif dan permainan ringan, anak-anak diajak untuk lebih fokus, semangat, dan siap mengikuti proses pembelajaran berikutnya.
Serta Ice breaking kami rancang sebagai aktivitas penyegar suasana yang memberikan pengalaman belajar yang lebih hidup. Anak-anak dapat bergerak, tertawa, dan berinteraksi sehingga suasana kelas menjadi lebih kondusif dan efektif.
